Medco Energi Tunjukkan Ketahanan Keuangan di Tengah Volatilitas Harga Minyak Dunia

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:52:54 WIB
Medco Energi Tunjukkan Ketahanan Keuangan di Tengah Volatilitas Harga Minyak Dunia

JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) tetap optimis menghadapi tekanan harga minyak dunia yang menurun. Fokus perusahaan pada produksi gas menjadi kunci menjaga kestabilan kinerja keuangan.

Harga minyak global di awal 2026 tercatat WTI berada di US$58 per barel dan Brent di US$64 per barel. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan awal 2025 ketika WTI berada di US$78 per barel dan Brent di US$82 per barel.

Direktur & Chief Financial Officer MedcoEnergi, Anthony R. Mathias, menjelaskan portofolio gas mendominasi sekitar 70% total produksi. Produksi gas ini diamankan melalui kontrak jangka panjang dengan skema take-or-pay yang menjaga arus pendapatan tetap stabil.

Sekitar 50% produksi gas dijual melalui kontrak harga tetap, khususnya dari Corridor PSC. Hal ini memungkinkan MedcoEnergi memperoleh pendapatan yang relatif aman meski harga minyak mentah berfluktuasi.

Kinerja Keuangan Tetap Stabil di Tengah Fluktuasi

Anthony menambahkan mekanisme cost recovery dalam kontrak PSC memprioritaskan pengembalian modal investasi. Mekanisme ini juga berfungsi sebagai penyangga fiskal saat harga komoditas rendah.

Hasil kinerja sembilan bulan pertama 2025 menunjukkan ketahanan tersebut. Rata-rata harga realisasi minyak turun 15% dari US$80 per barel menjadi US$68 per barel, namun EBITDA tercatat US$946 juta, hanya turun 3% dibandingkan periode sama 2024 sebesar US$979 juta.

Perusahaan juga mempertahankan daya saing operasional sebagai operator berbiaya rendah. Biaya tunai dipertahankan di bawah US$10 per barel setara minyak untuk menjaga margin tetap kompetitif.

Diversifikasi Usaha Perkuat Stabilitas Keuangan

Portofolio usaha MedcoEnergi yang terdiversifikasi meliputi minyak, gas, ketenagalistrikan, serta pertambangan tembaga dan emas melalui kepemilikan di PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN). Diversifikasi ini menjadi sumber pendapatan tambahan di luar eksposur langsung terhadap harga minyak.

Anthony menekankan strategi perusahaan yang berlandaskan prinsip value, focus, and growth. Strategi ini memastikan disiplin operasional sekaligus penciptaan arus kas berkelanjutan untuk mendanai investasi transisi energi secara bertanggung jawab.

Dengan pendekatan ini, MedcoEnergi tetap mampu menjalankan investasi meski pasar energi menghadapi kondisi menantang. Hal ini menegaskan ketahanan perusahaan di tengah volatilitas global yang tinggi.

Prediksi Pasar Minyak dan Tantangan Upstream

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, menyoroti bahwa harga minyak yang turun dapat berdampak pada kinerja operasional emiten migas upstream. Biaya produksi per barel cenderung tetap, sehingga margin laba bersih akan tergerus jika harga jual mendekati biaya produksi.

Data US Energy Information Administration memproyeksi pasar minyak global pada 2026 mengalami oversupply. Pasokan minyak diperkirakan 107,4 juta barel per hari, meningkat dari 106,2 juta barel per hari pada 2025.

Permintaan minyak global hanya naik terbatas menjadi 105,2 juta barel per hari pada 2026, dari 103,9 juta pada 2025. Kesenjangan antara pasokan dan permintaan ini menjadi faktor utama melandainya harga minyak di awal tahun.

David memproyeksikan pendapatan emiten migas kuartal I-2026 akan turun secara tahunan. Volume produksi yang meningkat terbatas tidak akan mampu menutupi penurunan harga jual per barel.

Sentimen Pasar dan Prospek Saham MEDC

Meski tantangan harga minyak, analis menunjukkan MEDC tetap menarik bagi investor. Berdasarkan Bloomberg Terminal, 20 analis merekomendasikan buy MEDC dengan target harga Rp1.910 per saham, menawarkan potensi return 24,9% dari harga Rp1.530.

Penutupan pasar Selasa, 10 Februari 2026, mencatat saham MEDC menguat 5,08% ke Rp1.550. Kinerja ini menunjukkan investor tetap menaruh kepercayaan pada strategi produksi gas dan diversifikasi usaha MedcoEnergi.

Fokus pada produksi gas serta kontrak jangka panjang menjadi alasan utama ketahanan keuangan perusahaan. Dengan dukungan kontrak harga tetap dan diversifikasi usaha, MedcoEnergi mampu menghadapi volatilitas minyak global secara efektif.

Strategi value, focus, and growth memastikan perusahaan tetap operasional dan mampu mendanai investasi transisi energi. Pendekatan ini menjadi model ketahanan bagi emiten migas di tengah ketidakpastian pasar global.

Terkini