JAKARTA - PT Bank Jago Tbk mencatat peningkatan signifikan pada transaksi sedekah selama dua pekan pertama Ramadan 2026. Head of Sharia Business Bank Jago, Waasi Sumintardja, menyampaikan kenaikan transaksi mencapai 250 persen dibanding periode normal.
Waasi menekankan angka tersebut bersifat sementara karena Ramadan belum selesai. Sebanyak 68 persen donasi dilakukan antara sahur hingga menjelang waktu dhuha sekitar pukul 09.00 WIB.
Distribusi Donasi dan Fokus Anak Yatim
Sebagian besar transaksi sedekah diarahkan kepada anak-anak yatim. Waasi mengungkapkan, 53 persen donasi dikelola bekerja sama dengan mitra-mitra Bank Jago.
Pendekatan ini menunjukkan komitmen bank untuk menyalurkan dana secara tepat sasaran. Mitra yang terlibat membantu memastikan setiap donasi tersalurkan sesuai tujuan sosial yang diinginkan nasabah.
Percepatan Digitalisasi Layanan Syariah
Bank Jago memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas inklusi keuangan syariah. Waasi menekankan bahwa layanan Jago Syariah memungkinkan masyarakat dari berbagai lokasi, latar belakang pendidikan, dan profesi mengakses layanan keuangan dengan mudah.
Ia menilai digitalisasi menjadi solusi lebih efektif dibanding ekspansi cabang fisik. Menurut Waasi, mengandalkan cabang saja tidak cukup untuk meningkatkan inklusi keuangan hingga seluruh potensi masyarakat bisa dijangkau.
Inovasi Produk dan Solusi Digital
Selain digitalisasi, pengembangan produk yang relevan menjadi prioritas Bank Jago. Waasi menekankan bahwa produk syariah harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat agar layanan tidak hanya tersedia tetapi benar-benar dimanfaatkan.
Contohnya, pada 2025 Bank Jago memperoleh izin dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Dengan izin tersebut, Jago Syariah dapat melayani penerimaan pembayaran ibadah haji secara digital, mempermudah akses nasabah ke layanan haji.
Tabel Peningkatan Transaksi Sedekah Bank Jago Ramadan 2026
| Periode | Peningkatan Transaksi Sedekah | Persentase Donasi ke Anak Yatim | Catatan |
|---|---|---|---|
| Minggu 1 | 120% | 50% | Dimulai dari sahur hingga dhuha |
| Minggu 2 | 250% | 53% | Transaksi meningkat signifikan |
| Total 2 Minggu | 250% | 53% | Peningkatan masih bersifat sementara |
Strategi Jangka Panjang dan Inklusi Keuangan
Bank Jago menargetkan pertumbuhan transaksi syariah lebih merata sepanjang tahun. Percepatan digitalisasi dipadukan dengan inovasi produk bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di seluruh Indonesia.
Waasi menambahkan bahwa strategi digital ini memungkinkan bank menjangkau nasabah baru tanpa harus membangun banyak cabang. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas penggunaan layanan keuangan syariah di berbagai segmen masyarakat.
Optimalisasi Izin BPKH dan Solusi Haji Digital
Dengan status sebagai BPIH, Bank Jago memiliki peluang memperluas layanan haji digital. Waasi menegaskan pengembangan solusi digital berbasis izin BPKH akan dirancang sesuai kebutuhan nasabah agar proses pembayaran dan administrasi ibadah haji lebih mudah.
Langkah ini juga sejalan dengan misi Jago Syariah untuk menyediakan layanan keuangan yang relevan, cepat, aman, dan inklusif. Inovasi digital diharapkan mampu menjawab tantangan geografis dan biaya tinggi yang kerap menjadi hambatan akses layanan syariah.
Pandangan Masa Depan Layanan Syariah Bank Jago
Waasi optimistis tren transaksi sedekah dan digitalisasi akan terus meningkat. Bank Jago berkomitmen memadukan teknologi dan produk yang tepat guna untuk mendorong inklusi keuangan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Dengan strategi ini, layanan syariah Bank Jago tidak hanya bersifat transaksi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan sosial bagi masyarakat. Pendekatan digital memungkinkan bank melayani masyarakat secara lebih cepat, transparan, dan efisien.