WSKT

WSKT Restrukturisasi Kredit Anak Usaha untuk Jaga Stabilitas Keuangan dan Operasional Perusahaan

WSKT Restrukturisasi Kredit Anak Usaha untuk Jaga Stabilitas Keuangan dan Operasional Perusahaan
WSKT Restrukturisasi Kredit Anak Usaha untuk Jaga Stabilitas Keuangan dan Operasional Perusahaan

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) resmi melakukan restrukturisasi kredit melalui anak usahanya, PT Waskita Fim Perkasa Realti (WFPR). Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas keuangan dan kelangsungan operasional grup di tengah dinamika industri konstruksi dan properti.

Berdasarkan laporan fakta material ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 4 Februari 2026, Sekretaris Perusahaan WSKT, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa WFPR menandatangani Perjanjian Perubahan Terhadap Perjanjian Kredit dengan PT BPR Intidana Sukses Makmur (Intidana). Perubahan tersebut mencakup penyesuaian tenor, suku bunga, dan mekanisme pembayaran pokok kredit.

Detail Restrukturisasi Kredit Waskita Karya

Restrukturisasi WFPR meliputi dua fasilitas kredit utama yang telah disepakati sebelumnya dengan Intidana. Fasilitas pertama tercatat pada Akta Perjanjian Kredit Nomor 153 tanggal 22 Desember 2022 dengan plafon awal Rp10 miliar, yang kemudian diubah pada 23 Desember 2024 menjadi Rp8 miliar.

Fasilitas kedua berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Nomor 171 tanggal 24 Februari 2023 dengan plafon Rp5 miliar. Fasilitas ini terakhir diubah melalui akta tertanggal 18 Februari 2025 dengan nilai plafon tetap Rp5 miliar.

Dengan penandatanganan perjanjian perubahan terbaru pada 3 Februari 2026, kedua fasilitas mengikuti skema restrukturisasi baru. Perjanjian ini memberikan fleksibilitas dan kepastian pembayaran bagi WFPR dalam jangka panjang.

Beberapa poin utama kesepakatan meliputi perpanjangan jangka waktu kredit hingga Februari 2030. Selain itu, suku bunga disesuaikan menjadi 9% per tahun dengan mekanisme pembayaran bunga bertahap.

Pembayaran bunga awal diatur sebesar 1,5% langsung dan 7,5% ditangguhkan (deferred) selama bulan ke-1 hingga bulan ke-12. Mulai bulan ke-13 hingga bulan ke-48, suku bunga berlaku efektif sebesar 9% per tahun terhitung sejak Maret 2026.

Jadwal pembayaran pokok kredit juga berubah signifikan dari sebelumnya triwulanan menjadi bulanan. Pembayaran bulanan akan dimulai pada Maret 2027 hingga jatuh tempo pada 5 Februari 2030, memberikan kelonggaran dan prediktabilitas arus kas bagi WFPR.

Poin Penting bagi Investor dan Pemangku Kepentingan

Entitas yang terlibat adalah WFPR sebagai debitur dan PT BPR Intidana Sukses Makmur sebagai kreditur. WFPR merupakan anak usaha Waskita Karya Realty (WKR) dengan kepemilikan 90%, sementara WKR adalah anak usaha langsung WSKT dengan kepemilikan 99,99%.

Nilai plafon mencakup Fasilitas 1 sebesar Rp8 miliar dan Fasilitas 2 sebesar Rp5 miliar. Tenor baru perpanjangan hingga Februari 2030 memberikan fleksibilitas pembayaran yang lebih panjang bagi WFPR.

Skema bunga menurunkan suku bunga menjadi 9% per tahun dengan komponen bunga ditangguhkan (deferred) pada tahun pertama. Jadwal pokok berubah dari triwulanan menjadi bulanan mulai Maret 2027, mendukung arus kas perusahaan lebih stabil.

Tujuan restrukturisasi adalah memperbaiki likuiditas, memperkuat arus kas operasional, dan menjaga keberlangsungan usaha WFPR. Strategi ini menunjukkan WSKT proaktif menjaga performa grup di tengah tantangan industri konstruksi dan properti.

Profil Singkat dan Cakupan Bisnis Waskita Karya

PT Waskita Karya (Persero) Tbk adalah BUMN yang bergerak di konstruksi, fabrikasi, jasa penyewaan, hingga investasi. Perusahaan memiliki cakupan pekerjaan terintegrasi mulai dari Engineering, Procurement, and Construction (EPC) hingga pengelolaan kawasan dan infrastruktur.

Dengan proyek yang tersebar di seluruh Indonesia, WSKT menjadi salah satu pemain utama dalam pembangunan nasional. Restrukturisasi ini diharapkan memperkuat struktur keuangan perusahaan sehingga proyek berjalan lancar dan berkelanjutan.

Keputusan restrukturisasi kredit anak usaha menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas operasional WSKT. Hal ini penting agar perusahaan tetap mampu bersaing di industri konstruksi dan properti yang kompetitif.

Selain itu, restrukturisasi memberi kepastian bagi kreditur dan investor terkait manajemen risiko pembayaran. Penyesuaian suku bunga dan tenor juga memperkuat hubungan WFPR dengan PT BPR Intidana Sukses Makmur.

Restrukturisasi ini mencerminkan kemampuan WSKT membaca kondisi pasar dan menyesuaikan strategi keuangan. Fleksibilitas ini menjadi modal penting menghadapi dinamika industri dan tekanan ekonomi.

Dengan struktur kredit yang lebih terencana, WFPR dapat fokus mengembangkan proyek properti dan infrastruktur. Hal ini diharapkan berdampak positif pada pertumbuhan grup WSKT secara keseluruhan.

Strategi ini juga sejalan dengan visi WSKT untuk menjadi perusahaan konstruksi BUMN yang kuat, berkelanjutan, dan profesional. Restrukturisasi kredit menjadi salah satu bukti nyata upaya manajemen dalam menjaga keberlanjutan bisnis.

Secara keseluruhan, langkah restrukturisasi ini memperkuat posisi WSKT di sektor konstruksi dan properti. Perusahaan tetap dapat memenuhi komitmen proyek sekaligus menjaga hubungan baik dengan pemangku kepentingan.

Selain itu, perubahan jadwal pembayaran pokok dan bunga memberikan fleksibilitas manajemen kas yang lebih baik. Hal ini memungkinkan WFPR fokus pada pengembangan proyek dan menjaga stabilitas arus kas operasional.

Dengan restrukturisasi yang disetujui, WSKT menegaskan komitmennya menjaga keberlangsungan anak usaha. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mempertahankan posisi perusahaan di industri konstruksi nasional.

Restrukturisasi kredit WFPR bukan sekadar perpanjangan tenor, tetapi juga bagian dari strategi penguatan manajemen keuangan. Hal ini diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang bagi seluruh grup WSKT.

Ke depan, WSKT berkomitmen memantau implementasi restrukturisasi dengan cermat. Fokus perusahaan tetap pada keberlanjutan operasional, pengelolaan arus kas, dan pertumbuhan proyek konstruksi serta properti secara profesional.

Dengan skema baru ini, WSKT mampu menjaga stabilitas keuangan anak usaha sekaligus memitigasi risiko pembayaran. Langkah ini menegaskan strategi perusahaan untuk tetap adaptif dalam menghadapi tantangan industri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index