ALVA

ALVA Optimistis Pertumbuhan Motor Listrik di Indonesia Meski Tanpa Insentif Pemerintah Tahun Ini

ALVA Optimistis Pertumbuhan Motor Listrik di Indonesia Meski Tanpa Insentif Pemerintah Tahun Ini
ALVA Optimistis Pertumbuhan Motor Listrik di Indonesia Meski Tanpa Insentif Pemerintah Tahun Ini

JAKARTA - Produsen motor listrik milik PT Indika Energy Tbk (INDY), ALVA, tetap optimistis menatap prospek industri motor listrik meski insentif pemerintah dipastikan tidak ada pada tahun 2026. Perusahaan melihat bahwa pertumbuhan pasar tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah, tetapi juga meningkatnya kesadaran konsumen terhadap manfaat motor listrik.

Chief Marketing Officer ALVA, Putu Swaditya Yudha, mengakui memang terjadi penurunan penjualan motor listrik pada awal 2025 karena absennya insentif. “Namun, di separuh kedua 2025, kami melihat adanya pertumbuhan pasar jika dibandingkan dengan separuh kedua tahun 2024,” kata Putu.

Menurut Putu, hal ini menunjukkan bahwa pasar motor listrik di Indonesia terus berkembang. Kesadaran konsumen terhadap nilai ekonomis, perawatan lebih mudah, dan kontribusi terhadap lingkungan menjadi pendorong utama.

Kesadaran Konsumen Menjadi Faktor Utama Pertumbuhan Pasar

“Konsumen kini semakin memahami nilai ekonomis dan fungsional yang ditawarkan, mulai dari biaya operasional yang lebih efisien, perawatan yang lebih sederhana, hingga kontribusi positif terhadap lingkungan,” jelas Putu. Tren ini mendorong adopsi motor listrik tanpa bergantung sepenuhnya pada insentif pemerintah.

Perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan dan generasi muda juga berperan penting. Mereka menempatkan efisiensi dan teknologi sebagai pertimbangan utama dalam memilih moda transportasi, sehingga motor listrik menjadi pilihan yang relevan.

Strategi ALVA untuk Mempermudah Akses Motor Listrik

Pada 2026, ALVA menghadirkan berbagai strategi untuk mendorong adopsi motor listrik lebih luas. Salah satunya adalah inovasi skema finansial BEBAS, yaitu kepemilikan motor listrik dengan model langganan baterai untuk ALVA N3 dan ALVA CERVO.

Dalam skema ini, konsumen tidak perlu membeli baterai di awal, melainkan dapat menyewa sesuai kebutuhan. “Melalui skema ini, ALVA N3 ditawarkan dengan harga Rp 15.500.000 (OTR Jabodetabek), dengan harga sewa baterainya Rp 150.000 per bulan untuk satu baterai, serta Rp 250.000 per bulan untuk dua baterai,” ujar Putu.

ALVA CERVO juga ditawarkan dengan harga Rp 25.000.000 (OTR Jabodetabek) dan langganan sewa baterai Rp 250.000 per bulan. Selain itu, perusahaan memberikan diskon mandiri hingga Rp 7.000.000 untuk mempercepat adopsi motor listrik di Indonesia.

Kolaborasi dan Ekosistem Pendukung Motor Listrik

ALVA menjalin kerja sama dengan 17 mitra finansial nasional maupun regional. Tujuannya adalah mempermudah akses masyarakat terhadap motor listrik serta mendukung percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan.

Selain itu, ALVA juga menawarkan program trade-in untuk menukar motor berbahan bakar bensin dengan motor listrik ALVA. Strategi ini memungkinkan konsumen beralih ke kendaraan listrik dengan lebih praktis dan efisien.

ALVA juga memperluas ekosistem pendukung motor listrik, seperti boost charge station, layanan purnajual, ALVA Experience Center, customer service & roadside assistance 24 jam, serta teknologi pendukung seperti my ALVA App dan AICS.

Inovasi dan Ajang Promosi di IIMS 2026

Seiring strategi tersebut, ALVA akan meluncurkan inovasi dan program financing terbaru pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Pameran ini berlangsung pada 5–15 Februari 2026 dan menjadi momen penting untuk memperkenalkan solusi mobilitas ramah lingkungan kepada publik.

Putu menegaskan bahwa ALVA tidak menetapkan target penjualan spesifik tahun ini. Fokus perusahaan adalah mendorong pertumbuhan adopsi motor listrik dan penguatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Segmentasi Pasar dan Mobilitas Korporasi

Dari sisi segmen, ALVA melihat adopsi motor listrik meluas di kalangan pengguna dengan mobilitas tinggi. Selain itu, minat sektor korporasi juga meningkat untuk mengadopsi kendaraan listrik roda dua.

“Oleh karena itu, ALVA juga secara aktif mendukung kebutuhan mobilitas korporasi melalui solusi yang terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan bisnis,” imbuh Putu. Langkah ini menegaskan bahwa motor listrik bukan hanya untuk konsumen individu, tetapi juga solusi transportasi perusahaan.

Proyeksi Masa Depan dan Pertumbuhan Pasar Motor Listrik

Dengan strategi inovatif dan ekosistem lengkap, ALVA optimistis pertumbuhan pasar motor listrik akan terus berlanjut. Kesadaran konsumen dan dukungan korporasi menjadi pilar utama perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Perusahaan menekankan bahwa meskipun tanpa insentif pemerintah, pertumbuhan motor listrik tetap didorong oleh nilai ekonomis, efisiensi, dan kontribusi terhadap lingkungan. ALVA yakin bahwa adopsi kendaraan listrik akan semakin meluas seiring masyarakat menyesuaikan gaya hidup modern dan teknologi ramah lingkungan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index