Kompetisi yang berlangsung selama empat hari ini resmi ditutup di Ballroom Hotel Platinum Balikpapan, Minggu (9/8/). Sebanyak delapan kategori perlombaan digelar, mensimulasikan kondisi darurat nyata seperti kecelakaan lalu lintas, penyelamatan di ruang terbatas, evakuasi vertikal, pemadaman kebakaran struktural, hingga penyelamatan bawah air.
Freeport Kuasai Empat Kategori
PT Freeport Indonesia tampil dominan dengan menyapu bersih kemenangan di empat kategori sekaligus: Under Water Rescue & Recovery, Individual Skill, Road Crash Rescue, dan Structural Fire Fighting. Sementara itu, PT Cipta Kridatama unggul pada Fire Fighter Combat Challenge, dan PT Vale Indonesia menjadi yang terbaik di nomor Confined Space Rescue.
PT Berau Coal memastikan diri di posisi kedua klasemen setelah memenangkan dua kategori, yakni Theory Test dan Vertical Rescue. Sejumlah penghargaan khusus juga diberikan, dengan PT Petrosea Tbk membawa pulang gelar Best Team Spirit dan Best Team Safety. Adapun gelar Best Captain dan Best Medic jatuh kepada perwakilan PT Freeport Indonesia, sedangkan Northern Star Resources meraih Best SCBA.
Lebih dari Sekadar Kemenangan
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menegaskan bahwa esensi IMERC bukan semata menentukan siapa yang tercepat atau terkuat di arena. "Kemenangan terbesar dari kegiatan ini bukan semata-mata siapa yang akan menjadi juara, tetapi bagaimana kita mampu membentuk rescuer Indonesia yang semakin kompeten, tangguh, profesional dan siap melaksanakan tugas di lapangan," ujarnya dalam sambutan penutupan.
Yudhi menambahkan, penguatan kapasitas para penyelamat tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, industri, komunitas, dan masyarakat. Basarnas, kata dia, mendukung penuh keberlanjutan IMERC sebagai wadah peningkatan kompetensi dan perluasan jejaring tanggap darurat nasional.
Kompetisi Berakhir, Kesiapsiagaan Dimulai
Senada dengan Yudhi, Ketua Dewan Pembina Yayasan Garuda Rescue Nusantara, Joko Tri Raharjo, mengingatkan bahwa berakhirnya kompetisi bukanlah akhir dari proses belajar. "Pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama IMERC diharapkan dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk terus meningkatkan kompetensi dan memperkuat kesiapsiagaan, baik di tempat tugas masing-masing dan juga bagi masyarakat yang membutuhkan," kata Joko.
Ia menegaskan komitmen Garuda Rescue Nusantara untuk terus mengembangkan IMERC sebagai platform kolaborasi jangka panjang. Tujuannya jelas: membangun ekosistem tanggap darurat Indonesia yang andal, profesional, adaptif, dan berkelanjutan.
Semangat "Face Up" untuk Keselamatan
Mengusung tema "Face Up", IMERC 2026 yang digelar PT Putra Perkasa Abadi (PPA) sebagai tuan rumah mengajak seluruh peserta untuk berani menghadapi tantangan keselamatan yang kian kompleks. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, dalam sambutannya menekankan bahwa IMERC adalah ruang pembelajaran bersama.
"IMERC menjadi proses pembelajaran bersama dalam mengasah kemampuan teknis, memperkuat koordinasi, menguji pengambilan keputusan, serta membangun kepercayaan antara anggota tim," ujar Tri Winarno. Ia berpesan agar pengalaman berharga di arena kompetisi tidak berhenti di sini, melainkan dibawa pulang dan diterapkan di masing-masing perusahaan untuk memperkuat sistem keselamatan.
"Pada akhirnya keberhasilan sebuah tim tanggap darurat tidak hanya diukur dari capaian pada arena kompetisi, tetapi dari kesiapan dan kemampuan ketika keadaan darurat betul-betul terjadi," tegasnya. Penutupan IMERC 2026 sendiri dimeriahkan oleh penampilan musisi dan komposer Alffy Rev, menandai berakhirnya rangkaian kompetisi yang berlangsung kompetitif namun penuh persaudaraan.