KUATKEUANGAN.COM — PT Pertamina (Persero) kembali menempati posisi teratas Fortune Indonesia 100 2026 dengan pendapatan Rp 1.189,74 triliun dan laba bersih Rp 56,23 triliun. Peringkat itu disusun berdasarkan kinerja tahun fiskal 2025, dengan data keuangan dikonversi memakai kurs rata-rata Rp 16.785 per dolar AS. Capaian ini menegaskan posisi Pertamina sebagai perusahaan dengan skala bisnis terbesar di Indonesia.
Fortune Indonesia menyajikan data kinerja keuangan seluruh peserta dalam rupiah, mengacu pada kurs rata-rata tahun fiskal 2025 sebesar Rp 16.785 per dolar AS. Angka itu menjadi dasar perbandingan antarperusahaan lintas sektor.
Pengakuan tersebut diberikan dalam Fortune Indonesia 100 Gala 2026 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Ketahanan Kinerja di Tengah Ketidakpastian Global
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyebut capaian itu sebagai apresiasi atas kontribusi seluruh insan perusahaan. Menurutnya, Pertamina menjaga kinerja operasional dan keuangan tetap sehat di tengah dinamika ekonomi global.
"Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh insan Pertamina dalam menjaga kinerja perusahaan. Di tengah dinamika dan ketidakpastian global, Pertamina terus menjaga kinerja operasional dan keuangan secara sehat, sekaligus menjalankan peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional," ujar Baron dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9/2026).
Baron menambahkan, pencapaian ini menjadi momentum memperkuat fundamental bisnis lewat peningkatan efisiensi dan produktivitas. Optimalisasi seluruh lini usaha juga menjadi fokus perusahaan.
"Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat efisiensi, dan memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," katanya.
Dari Hulu ke Hilir, Termasuk Energi Terbarukan
Pertamina menjalankan portofolio bisnis dari hulu hingga hilir sebagai perusahaan energi terintegrasi. Perusahaan juga mengembangkan energi baru dan terbarukan di luar bisnis fosil.
Penguatan kinerja bisnis tersebut berjalan seiring upaya menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan. Baron menyebut pengakuan Fortune Indonesia 100 sebagai refleksi perjalanan Pertamina memperkuat kontribusinya bagi Indonesia.
66 Perusahaan Catat Pertumbuhan Pendapatan
Dari 100 perusahaan yang masuk daftar Fortune Indonesia 100 2026, sebanyak 66% mengalami pertumbuhan pendapatan. Hanya 49 perusahaan yang mampu meningkatkan laba bersih.
Chief Operating Officer sekaligus Co-Founder IDN Media William Utomo menyatakan pemeringkatan ini menilai kinerja perusahaan secara objektif berdasarkan data dan capaian bisnis yang terpublikasi.
"Fortune Indonesia 100 memberikan gambaran mengenai perusahaan-perusahaan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia," ujar William.
William juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang masuk dalam daftar tahun ini. Menurutnya, pencapaian tersebut melibatkan tim kepemimpinan dan seluruh orang di dalam organisasi.
Bagi pelaku pasar, posisi puncak Pertamina menegaskan dominasi sektor energi dalam peta perusahaan terbesar Indonesia. Skala pendapatan perusahaan pelat merah itu jauh melampaui mayoritas emiten di bursa domestik.