KUATKEUANGAN.COM — Kasus Influenza A dilaporkan meningkat di sejumlah wilayah, memicu kekhawatiran masyarakat akan risiko penularan yang cepat. Pakar gizi dari Universitas Gadjah Mada menegaskan bahwa fondasi utama melawan infeksi bukan sekadar mengandalkan obat, melainkan kekuatan sistem imun tubuh itu sendiri.
Lonjakan kasus Influenza A membuat banyak orang waspada. Virus ini dikenal mudah menular melalui droplet dan udara, terutama di ruang tertutup yang padat.
Pakar gizi dari Universitas Gadjah Mada menyoroti bahwa pertahanan terbaik tubuh tidak dibangun saat sudah terinfeksi. Status gizi dan pola makan harian berperan besar dalam menentukan seberapa kuat sistem imun bekerja.
Mengapa Gizi Berperan Besar
Sistem kekebalan tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk berfungsi optimal. Kekurangan zat gizi tertentu membuat tubuh lebih rentan terhadap serangan virus, termasuk Influenza A.
Pakar gizi UGM menekankan bahwa konsumsi obat hanya bersifat membantu meredakan gejala. Tanpa daya tahan tubuh yang baik, proses pemulihan bisa berjalan lebih lambat.
Nutrisi seperti vitamin C, vitamin D, zinc, dan protein menjadi komponen penting dalam mendukung kerja sel-sel imun. Asupan ini paling baik diperoleh dari makanan sehari-hari, bukan hanya dari suplemen.
Langkah Praktis Memperkuat Imun
- Konsumsi buah dan sayur berwarna cerah setiap hari untuk mencukupi vitamin dan antioksidan.
- Penuhi kebutuhan protein dari telur, ikan, ayam, atau tahu dan tempe.
- Jaga hidrasi dengan cukup minum air putih.
- Tidur 7–8 jam per malam agar tubuh punya waktu pemulihan.
- Kelola stres, karena tekanan psikologis berkepanjangan melemahkan imun.
Kapan Harus ke Dokter
Gejala Influenza A bisa mirip flu biasa, tetapi beberapa kondisi perlu perhatian medis segera. Demam tinggi yang tidak turun, sesak napas, nyeri dada, atau lemas berlebihan sebaiknya tidak diabaikan.
Kelompok rentan seperti anak kecil, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis perlu lebih waspada. Segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan jika gejala memburuk.
Pencegahan tetap penting: cuci tangan rutin, pakai masker di keramaian, dan jaga jarak saat sakit. Daya tahan tubuh yang terjaga menjadi benteng pertama menghadapi lonjakan Influenza A.