KUATKEUANGAN.COM — Harga minyak mentah Brent turun 1,35 persen ke level USD 103,4000 per barel pada perdagangan hari ini, Jumat (18/9/2026), dari posisi sebelumnya USD 105,6800. Sepanjang sesi, harga bergerak di kisaran USD 103,3100 hingga USD 104,2400 per barel.
Sepanjang sesi, harga bergerak dalam rentang USD 103,3100 hingga USD 104,2400 per barel. Pergerakan itu menempatkan Brent di bawah level pembukaan hariannya.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Harga Terakhir | USD 103,4000 |
| Perubahan | -1,35 persen |
| Harga Sebelumnya | USD 105,6800 |
| Rentang Hari Ini | USD 103,3100 - USD 104,2400 |
Tekanan Jual Menekan Brent
Penurunan 1,35 persen membuat Brent kehilangan lebih dari USD 2 per barel dalam sehari. Tekanan jual muncul setelah harga sempat bertahan di atas USD 105 per barel pada sesi sebelumnya.
Rentang harian yang relatif sempit, hanya sekitar USD 0,93 per barel, menunjukkan pasar bergerak tanpa lonjakan tajam. Meski begitu, arah harga jelas berada di zona merah sejak pembukaan.
Posisi Brent di Pasar Global
Brent merupakan salah satu dari dua acuan harga minyak mentah dunia selain West Texas Intermediate (WTI). Pergerakan Brent menjadi rujukan bagi pembentukan harga minyak di banyak negara, termasuk Indonesia.
Level USD 103,4000 per barel menempatkan Brent masih di atas kisaran tiga digit. Angka itu menjadi patokan bagi pelaku industri energi dalam menyusun proyeksi biaya bahan baku.
Bagi konsumen di dalam negeri, arah harga minyak dunia berpengaruh pada perhitungan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Pemerintah dan badan usaha juga memakai acuan serupa untuk mengevaluasi harga keekonomian.
Yang Perlu Dicermati Selanjutnya
Pasar akan menanti apakah Brent mampu bertahan di atas USD 103 per barel pada sesi berikutnya. Jika tekanan jual berlanjut, level terendah harian USD 103,3100 berpotensi diuji kembali.
Sebaliknya, jika permintaan global kembali menguat, harga berpeluang mendekati batas atas rentang harian USD 104,2400 per barel. Arah pergerakan ini yang akan menjadi acuan pelaku pasar dalam jangka pendek.
Penurunan hari ini menegaskan bahwa harga minyak masih rentan terhadap perubahan sentimen pasar. Bagi pelaku industri dan konsumen, level USD 103,4000 per barel menjadi angka penting yang perlu dipantau dalam beberapa hari ke depan.