KUATKEUANGAN.COM — Prime Video memutuskan tidak melanjutkan Ride Or Die ke musim kedua meski seri komedi mata-mata itu mencatat 927 ribu views hanya dalam dua hari pertama perilisannya di Amerika Serikat. Paramount Television Studios selaku studio utama kini menawarkan seri tersebut ke platform lain. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak karena performa tayangnya tergolong kuat.
Keputusan itu tergolong mengejutkan. Pasalnya, data tayang menunjukkan Ride Or Die justru tampil impresif sejak hari-hari awal rilis.
Performa Tayang yang Sebenarnya Kuat
Seri ini mendarat di peringkat pertama daftar harian Amerika Serikat tak lama setelah tayang, bahkan melampaui film berbiaya besar Masters of the Universe. Dalam dua hari pertama, Ride Or Die mencatat 927 ribu views di daftar mingguan Luminate AS.
Angka itu dua kali lipat perolehan Elle (477 ribu) dan hampir empat kali lipat Off Campus (245 ribu) pada periode yang sama. Memasuki pekan penuh pertama, seri ini menempati posisi pertama untuk menit ditonton di AS dan posisi kedua untuk views dengan 3,85 juta.
Di chart Nielsen Top 10, Ride Or Die debut di peringkat 8 keseluruhan dan peringkat 3 di kategori original dengan 869 juta menit ditonton. Pekan berikutnya naik ke peringkat 4 keseluruhan dan peringkat 2 original dengan 922 juta menit. Selama 14 hari pertama, seri ini disebut sebagai serial skrip baru Prime Video paling banyak ditonton di AS.
Secara global, Ride Or Die memuncaki daftar serial original Prime Video paling banyak ditonton selama tiga pekan pertama. Pencapaian itu melampaui Elle yang bertahan dua pekan di posisi puncak dan Off Campus yang bertahan lima pekan.
Respons Kritikus dan Penonton
Ride Or Die mencatat 96 persen di Rotten Tomatoes dari kritikus dan 85 persen dari penonton. Tingkat penyelesaian tontonan disebut sebanding dengan sejumlah serial Prime Video yang justru diperpanjang, termasuk Mr. & Mrs. Smith, Scarpetta, dan Elle.
Seri ini merupakan bagian dari gelombang "white wine thrillers", yakni serial dengan tokoh utama perempuan. Ride Or Die tayang perdana 15 Juli dengan anggaran promosi jauh lebih kecil dibanding jajaran serial YA Amazon yang mendapat kampanye besar, seperti Elle, Off Campus, Every Year After, dan Sterling Point yang semuanya diperpanjang.
Premis dan Para Pemain
Dibuat oleh Tessa Coates, Ride or Die mengikuti dua sahabat, Debbie Claybourne (Octavia Spencer) dan Judith Burton (Hannah Waddingham), yang mengira saling mengenal segalanya. Kenyataannya, Judith adalah seorang pembunuh bayaran internasional.
Ketika sosok misterius dari masa lalu Judith muncul dan sebuah operasi berjalan kacau, hidup keduanya berbalik arah dan mereka terpaksa melarikan diri bersama. Musim pertama ditutup dengan sejumlah cliffhanger yang menyiapkan jalur cerita besar untuk musim kedua.
Selain Spencer dan Waddingham, musim pertama juga dibintangi Ed Skrein, Calam Lynch, Savannah Steyn, Jamie Parker, Jacky Ido, Sylvia Hoeks, dan Bill Nighy. Produksinya melibatkan Paramount Television Studios, Amazon MGM Studios, Double Dream milik Andy dan Barbara Muschietti, serta Orit Entertainment milik Octavia Spencer.
Nasib Seri Sejenis
Ride or Die adalah satu dari dua serial yang mengangkat persahabatan perempuan usia 50-an dan tayang pada Juli dengan performa tontonan serta ulasan yang sama kuatnya. Satunya lagi, The Five Star Weekend dari Peacock, sudah diperpanjang untuk musim kedua.
Belum ada keterangan resmi soal platform yang berpotensi menampung Ride Or Die. Paramount Television Studios masih menjajaki sejumlah pembeli.