KUATKEUANGAN.COM — Amerika Serikat memperingatkan sekutu-sekutunya bahwa pengiriman senjata utama bisa tertunda hingga lima tahun karena stok persediaan menipis selama perang melawan Iran. Penundaan itu berdampak pada Jerman, negara-negara Eropa Timur, dan Ukraina yang membutuhkan rudal pencegat pertahanan udara.
Peringatan itu disampaikan Washington kepada sejumlah negara mitra, demikian dilaporkan Bloomberg. Beberapa negara Eropa, termasuk Jerman dan negara-negara di Eropa Timur, menghadapi penundaan dalam penerimaan sistem rudal dan pertahanan udara.
Kekurangan pasokan yang sama juga berdampak pada Ukraina. Kyiv telah meminta tambahan rudal pencegat pertahanan udara Patriot menjelang musim dingin yang diperkirakan berlangsung berat.
Berapa Banyak Stok Rudal AS yang Terpakai
AS diperkirakan telah menghabiskan lebih dari separuh varian rudal Patriot canggihnya. Sekitar sepertiga rudal Tomahawk-nya juga telah digunakan.
Hampir separuh rudal serangan presisi dan rudal pencegat THAAD turut terkuras selama perang dengan Iran. Konflik itu kini memasuki bulan ketujuh.
Angka-angka tersebut menjelaskan mengapa pengiriman ke mitra luar negeri harus mundur. Prioritas utama AS saat ini adalah memulihkan persediaan domestiknya sendiri.
Trump Pertimbangkan Opsi Militer Tambahan
Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran sedang mengupayakan kesepakatan dengan Amerika Serikat. Pernyataan itu muncul saat ia mempertimbangkan apakah akan mengambil tindakan militer tambahan terhadap Teheran.
Dalam wawancara telepon dengan NewsNation, Trump ditanya mengenai pernyataannya baru-baru ini bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk "memusnahkan" Iran.
"Kita lihat saja apa yang terjadi," kata Trump.
Pernyataan tersebut tidak memberi kepastian apakah Washington akan memperluas operasi militer atau menempuh jalur negosiasi. Ketidakpastian ini membuat negara-negara sekutu semakin sulit merencanakan pengadaan pertahanan mereka.
Tekanan bagi NATO dan Eropa Timur
Penundaan pengiriman memukul negara-negara yang paling bergantung pada pasokan senjata AS. Jerman dan negara-negara Eropa Timur termasuk yang paling terdampak.
Bagi NATO, situasi ini memunculkan pertanyaan soal kesiapan pertahanan kolektif. Stok yang menipis di AS berarti kemampuan aliansi untuk merespons ancaman baru ikut terbatas.
Ukraina berada di posisi paling rentan. Permintaan tambahan rudal Patriot untuk musim dingin belum jelas kapan bisa dipenuhi.
Sejauh mana penundaan ini berlangsung akan bergantung pada perkembangan perang dengan Iran. Jika konflik berlanjut, tekanan terhadap persediaan senjata AS diperkirakan tidak mereda dalam waktu dekat.