Dua Senator AS Desak FTC Selidiki Chatbot Belanja Amazon dan Walmart Soal Label "Made in USA"

Dua Senator AS Desak FTC Selidiki Chatbot Belanja Amazon dan Walmart Soal Label

KUATKEUANGAN.COM — Dua senator Amerika Serikat meminta Federal Trade Commission menyelidiki cara chatbot belanja Amazon dan Walmart menangani pertanyaan soal produk berlabel "Made in the USA". Permintaan itu muncul setelah laporan Universitas Columbia menemukan kedua sistem AI tidak konsisten menampilkan informasi asal produk. Jika terbukti, konsumen berisiko salah menilai barang lokal versus impor saat berbelanja daring.

Senator Tammy Baldwin dan Rick Scott mengirim surat kepada FTC yang menyoroti kinerja Alexa dari Amazon serta Sparky dari Walmart. Keduanya menilai sistem tersebut berpotensi "menyembunyikan dan menekan" informasi tentang barang buatan Amerika Serikat.

Surat itu merujuk pada laporan Juli dari Center for Law and the Economy, Universitas Columbia. Laporan tersebut menyebut kedua sistem AI tidak konsisten memunculkan informasi klaim asal domestik, meski mampu memberi keterangan soal barang yang diproduksi di negara lain.

Bukan Sekadar Data yang Tidak Ada

Persoalannya bukan hanya apakah data produk tersedia di situs peritel. Yang jadi sorotan adalah apakah chatbot mampu menemukan dan menyajikan informasi itu saat pembeli bertanya.

Semakin banyak peritel menempatkan alat AI di antara konsumen dan daftar produk, kualitas jawaban chatbot ikut menentukan apa yang dilihat dan dibeli konsumen.

Penulis laporan menguji Alexa dan Sparky dengan sejumlah perintah soal produk buatan AS. Alexa awalnya menyatakan tidak bisa mengakses informasi tersebut.

Namun ketika susunan pertanyaannya diubah, asisten itu justru mengembalikan produk berlabel buatan AS. Sparky pada awalnya mengaku tidak bisa memastikan keakuratan klaim "Made in USA".

Setelah diberi perintah lebih rinci, Sparky memberi peringkat produk dalam keranjang belanja berdasarkan tingkat keandalan labelnya. Chatbot itu menyebut respons pertamanya sebagai "terlalu berhati-hati".

Amazon Membantah, Walmart Pilih Diam

Baldwin menilai hasil pengujian itu bisa merugikan produsen dalam negeri. "Jika warga Amerika ingin membeli produk buatan Amerika, Amazon dan Walmart seharusnya membantu mereka, bukan menyerahkan bisnisnya ke barang tiruan asing," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Amazon menolak anggapan bahwa pihaknya sengaja menahan informasi asal produk. Perusahaan menyatakan menyediakan detail lokasi produksi ketika produsen atau penjual pihak ketiga memasok data tersebut.

Amazon juga menyebut informasi asal produk ditampilkan di halaman rincian produk bila tersedia. Perusahaan mengaku tengah meningkatkan kemampuan Alexa for Shopping untuk menyajikan data itu. Walmart menolak berkomentar.

FTC Sudah Pernah Menegur Keduanya

FTC sebelumnya telah memperingatkan kedua perusahaan soal klaim asal produk dari penjual pihak ketiga. Tahun lalu, lembaga itu mengirim surat ke Amazon dan Walmart karena sejumlah penjual di marketplace mereka tampak memasarkan barang secara palsu sebagai buatan AS.

FTC menilai klaim semacam itu bisa melanggar standar federal dan ketentuan layanan perusahaan sendiri. Baldwin dan Scott menyatakan laporan terbaru menunjukkan masalahnya tidak sebatas daftar produk yang tidak akurat.

Mereka menilai perilaku chatbot bisa membuat konsumen lebih sulit mendeteksi masalah jika sistem tidak secara jelas menandai produk dengan klaim asal domestik yang kredibel.

"Kami semua berbagi tujuan memperkuat manufaktur Amerika dan usaha kecil melalui inisiatif seperti label Made in USA, sekaligus memastikan konsumen menerima informasi akurat tentang tempat produk yang mereka beli diproduksi," tulis kedua senator.

Aturan Label dan Penegakan Hukum

Permintaan itu datang saat FTC terus menegakkan Made in USA Labeling Rule. Aturan yang berlaku sejak 2021 itu memberi lembaga kewenangan menuntut denda perdata terhadap perusahaan yang salah melabeli produk sebagai buatan AS.

FTC membawa 11 tindakan penegakan hukum setelah aturan itu berlaku di era pemerintahan Biden. Salah satunya berujung putusan bernilai jutaan dolar terhadap peritel perlengkapan rumah Williams-Sonoma.

Lembaga itu melanjutkan tindakan atas klaim asal nasional pada masa pemerintahan Trump dan mengirim surat peringatan ke sejumlah pelaku usaha lain.

Presiden Trump juga menandatangani perintah eksekutif pada Maret yang menyerukan iklan yang jujur. Perintah itu menyarankan FTC mewajibkan platform e-commerce menyusun prosedur verifikasi klaim asal produk dari penjual pihak ketiga.

Erie Meyer, senior fellow di Center for Law and the Economy sekaligus salah satu penulis laporan Juli, menyebut dukungan bipartisan untuk penyelidikan FTC itu penting. "Melihat Senator Baldwin dan Senator Scott menandatangani surat yang sama memberi saya harapan bahwa mendukung bisnis Amerika masih menjadi isu bipartisan," kata Meyer kepada The Wall Street Journal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index