JAKARTA - Menjalankan ibadah puasa bukan berarti mengabaikan kesehatan kulit. Menurut dr. Cindiawaty Josito, MARS, MS, SpGK, kunci utama kulit tetap sehat dan cerah selama Ramadan adalah pola makan yang tepat.
Kebiasaan makan yang salah selama berpuasa sering tidak disadari, padahal dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kondisi kulit pun ikut terpengaruh jika pola makan tidak diperhatikan sejak sahur hingga berbuka.
Kesalahan Umum Saat Berbuka Puasa
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah langsung mengonsumsi makanan manis atau gorengan saat berbuka. Meski memberikan rasa puas sesaat, kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh dan kulit dalam jangka panjang.
Waktu berbuka seharusnya dimanfaatkan untuk mengembalikan nutrisi yang hilang selama puasa. Banyak orang juga kerap melewatkan sahur, sehingga cadangan energi tidak mencukupi hingga sore, membuat tubuh lemas dan kulit tampak kusam.
Pola Gizi Seimbang dan Hidrasi yang Tepat
Tubuh selama berpuasa membutuhkan nutrisi lengkap, termasuk karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Dokter Cindiawaty menyarankan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum agar energi lebih tahan lama.
Protein sangat penting untuk menjaga massa otot dan memperbaiki jaringan tubuh. Sementara sayuran menyediakan vitamin dan mineral yang krusial bagi metabolisme serta kesehatan kulit.
Asupan cairan juga menjadi faktor utama agar metabolisme tetap optimal. Dokter Cindi menyarankan minum 8-10 gelas air per hari, dibagi saat sahur dan berbuka, untuk menjaga kelembapan kulit dari dalam.
Ia menambahkan agar membatasi konsumsi kopi dan teh berlebihan karena dapat memicu kehilangan cairan lebih cepat. Dengan hidrasi tepat, kulit lebih lembap dan terhindar dari dehidrasi selama puasa.
Peran Nutrisi Bagi Elastisitas dan Kesehatan Kulit
Kesehatan kulit tidak cukup hanya dari perawatan luar. Nutrisi seimbang adalah fondasi utama yang menjaga stabilitas dan elastisitas kulit selama Ramadan.
Selain makanan bergizi, aktivitas fisik ringan setelah berbuka dianjurkan untuk mendukung kebugaran tubuh. Kombinasi gizi lengkap, hidrasi cukup, dan olahraga ringan membuat kulit lebih sehat dan tampak glowing sepanjang bulan puasa.
Protein dari daging tanpa lemak, telur, dan kacang-kacangan membantu regenerasi sel kulit. Vitamin dari sayur dan buah meningkatkan elastisitas serta mengurangi tanda kelelahan pada kulit.
Tips Praktis Menjaga Kulit Glowing Selama Ramadan
Hindari langsung mengonsumsi makanan manis dan gorengan saat berbuka, pilih makanan bergizi seimbang. Sertakan karbohidrat kompleks, protein, sayur, dan buah agar tubuh tetap bertenaga dan kulit terjaga.
Minum air putih cukup selama sahur dan berbuka, serta batasi kopi dan teh berlebihan. Aktivitas ringan seperti berjalan atau peregangan setelah berbuka dapat membantu metabolisme dan kesehatan kulit.
Selain itu, rutin menggunakan perawatan kulit dari luar tetap dianjurkan. Tetapi tanpa asupan nutrisi dari dalam, efek glowing dan sehat pada kulit tidak maksimal.
Disiplin Pola Makan dan Hidrasi Jadi Kunci
Kulit tetap glowing dan sehat selama Ramadan membutuhkan disiplin dalam pola makan bergizi seimbang. Pastikan kecukupan hidrasi, serta lakukan aktivitas fisik ringan untuk menjaga metabolisme tubuh tetap optimal.
Dengan mengikuti pola ini, kulit tidak hanya terlihat cerah dan segar, tetapi juga terasa lebih kenyal dan elastis. Ramadan pun bisa dijalani dengan tubuh bugar dan kulit yang tetap sehat.