Jantra Grupo

Lonjakan Mudik Lebaran 2026 Jadi Momentum Emas Jantra Grupo Kejar Pertumbuhan Pendapatan Servis Mobil Nasional

Lonjakan Mudik Lebaran 2026 Jadi Momentum Emas Jantra Grupo Kejar Pertumbuhan Pendapatan Servis Mobil Nasional
Lonjakan Mudik Lebaran 2026 Jadi Momentum Emas Jantra Grupo Kejar Pertumbuhan Pendapatan Servis Mobil Nasional

JAKARTA - PT Jantra Grupo Indonesia Tbk. (KAQI) melihat periode mudik Lebaran sebagai momentum penting untuk meningkatkan kinerja bisnis perawatan kendaraan. Perusahaan yang dikenal sebagai emiten perbaikan kaki-kaki mobil terbesar di Indonesia itu menargetkan pertumbuhan pendapatan harian sekitar 10 persen hingga 20 persen selama musim mudik Lebaran 2026.

Lonjakan perjalanan darat selama musim Lebaran biasanya diikuti meningkatnya kebutuhan servis kendaraan. Kondisi ini dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memperluas layanan sekaligus meningkatkan volume kendaraan yang dilayani di berbagai cabang.

Direktur Utama sekaligus Founder Jantra Grupo Indonesia, Imam Sujono, menyampaikan bahwa pertumbuhan jumlah kendaraan yang dilayani setiap tahun menunjukkan tren positif. Hal tersebut juga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan perusahaan pada periode musiman seperti Lebaran.

“Kami dapat melayani para pemudik dengan cabang yang semakin banyak, dan berbagai strategi pemasaran yang tepat,” ujar Imam Sujono dalam siaran pers pada Senin, 16 Maret 2026. Pernyataan ini mencerminkan optimisme manajemen terhadap peluang bisnis yang muncul dari mobilitas masyarakat selama musim mudik.

Tren Kenaikan Layanan Kendaraan Setiap Musim Lebaran

Berdasarkan catatan historis perusahaan, momentum Lebaran selalu memberikan dampak signifikan terhadap volume layanan servis kendaraan. Pada periode Lebaran 2023, tercatat sebanyak 20.985 mobil dilayani oleh jaringan bengkel KAQI.

Jumlah tersebut menghasilkan kontribusi pendapatan sebesar Rp50 miliar bagi perusahaan. Tingginya angka tersebut menjadi indikasi kuat bahwa musim mudik menjadi salah satu periode paling produktif bagi bisnis perawatan kendaraan.

Pada Lebaran 2024, tren pertumbuhan tersebut kembali berlanjut dengan peningkatan jumlah kendaraan yang dilayani. Total mobil yang mendapatkan layanan mencapai 23.646 unit dengan pendapatan meningkat menjadi Rp57,5 miliar.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menegaskan bahwa kebutuhan servis kendaraan menjelang perjalanan jarak jauh terus meningkat setiap tahunnya.

Memasuki Lebaran 2025, kinerja layanan perusahaan kembali menunjukkan peningkatan yang cukup besar. Jumlah kendaraan yang mendapatkan servis tercatat mencapai 28.336 unit mobil.

Kenaikan jumlah kendaraan tersebut turut berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan perusahaan. Tren positif inilah yang membuat manajemen semakin optimistis menyambut musim mudik Lebaran 2026.

Dengan tren peningkatan tersebut, perusahaan memperkirakan lonjakan permintaan layanan akan kembali terjadi pada tahun ini. Oleh karena itu, KAQI menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan seluruh cabang dapat melayani pelanggan secara optimal.

Optimisme Kinerja Perusahaan dan Proyeksi Pertumbuhan

Imam Sujono juga menyinggung perkembangan kinerja perusahaan sepanjang 2025 yang dinilai cukup positif. Manajemen melihat bahwa berbagai strategi bisnis yang dijalankan mampu mendorong efisiensi sekaligus meningkatkan pendapatan.

Dengan pendekatan bisnis yang lebih agresif serta pengelolaan operasional yang efisien, perusahaan memperkirakan kinerja keuangan mengalami peningkatan signifikan. Hal tersebut tercermin dari proyeksi pertumbuhan pendapatan yang diperkirakan mencapai 30 persen hingga 40 persen.

“Namun, kita tunggu laporan keuangan yang versi audited, yang tentu akan disampaikan ke regulator, masyarakat dan investor dalam waktu dekat,” ujar Imam. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa manajemen masih menunggu hasil final laporan keuangan resmi sebelum mengumumkan angka kinerja secara lengkap.

Meski demikian, optimisme perusahaan terhadap prospek bisnis tetap tinggi. Peningkatan jumlah kendaraan di Indonesia menjadi faktor penting yang mendukung pertumbuhan bisnis servis otomotif.

Pertumbuhan Industri Otomotif Jadi Pendorong Bisnis

Prospek bisnis KAQI pada 2026 juga didukung oleh perkembangan sektor otomotif nasional yang menunjukkan tren positif. Penjualan mobil di Indonesia mengalami peningkatan signifikan pada awal tahun ini.

Data penjualan menunjukkan bahwa penjualan wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer mencapai 81.159 unit pada Februari 2026. Angka ini meningkat 22,1 persen dibandingkan penjualan pada Januari 2026.

Jika dibandingkan secara tahunan, penjualan mobil pada Februari 2026 juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pertumbuhan tercatat mencapai 12,2 persen dibandingkan periode yang sama pada Februari 2025.

Lonjakan penjualan kendaraan ini menjadi indikator kuat bahwa pasar otomotif mulai kembali bergairah. Peningkatan jumlah kendaraan tentu akan berdampak pada kebutuhan perawatan dan perbaikan kendaraan di masa mendatang.

Tren positif tersebut juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal. Salah satunya adalah penyelenggaraan berbagai pameran otomotif yang mendorong minat masyarakat untuk membeli kendaraan baru.

Selain itu, momentum menjelang Ramadan dan Lebaran turut memicu peningkatan pembelian kendaraan. Banyak masyarakat yang mempersiapkan kendaraan untuk perjalanan mudik bersama keluarga.

Secara keseluruhan, target penjualan mobil nasional pada 2026 diproyeksikan mencapai 850.000 unit. Angka tersebut menunjukkan potensi pasar otomotif yang masih sangat besar di Indonesia.

Bagi perusahaan yang bergerak di bidang perawatan kendaraan, kondisi ini membuka peluang pertumbuhan yang luas. Meningkatnya jumlah kendaraan di jalan raya berarti semakin banyak pula kebutuhan servis dan perawatan kendaraan.

“Dari pertumbuhan di sektor otomotif ini, dan tingginya permintaan perbaikan kendaraan menjadi berkah bagi perseroan,” imbuhnya. Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana perusahaan melihat peluang besar dari perkembangan industri otomotif nasional.

KAQI juga terus memperkuat strategi pemasaran dan operasional untuk memaksimalkan momentum tersebut. Perusahaan berupaya memastikan setiap cabang mampu memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan yang membutuhkan servis kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh.

Dengan jaringan bengkel yang semakin luas, perusahaan optimistis dapat melayani lebih banyak kendaraan pada musim mudik tahun ini. Langkah ini sekaligus diharapkan mampu meningkatkan kontribusi pendapatan selama periode Lebaran.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan strategi promosi yang lebih agresif selama periode Ramadan. Pendekatan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pelanggan untuk melakukan pemeriksaan kendaraan sebelum melakukan perjalanan mudik.

Kebutuhan servis kendaraan biasanya meningkat signifikan menjelang musim libur panjang. Banyak pemilik kendaraan yang melakukan pengecekan kaki-kaki mobil, suspensi, serta komponen penting lainnya agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Situasi tersebut menjadikan perusahaan seperti KAQI memiliki peluang bisnis yang sangat besar. Dengan kesiapan operasional dan strategi pemasaran yang tepat, perusahaan optimistis mampu memaksimalkan momentum tersebut.

Melihat tren pertumbuhan industri otomotif serta peningkatan mobilitas masyarakat, prospek bisnis perawatan kendaraan diperkirakan tetap positif dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini membuat manajemen KAQI semakin percaya diri dalam menargetkan pertumbuhan kinerja yang lebih tinggi pada 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index