CBDK

Kinerja Gemilang Emiten Properti CBDK Sepanjang 2025 Dorong Laba Bersih Melonjak Tajam Hingga 47 Persen

Kinerja Gemilang Emiten Properti CBDK Sepanjang 2025 Dorong Laba Bersih Melonjak Tajam Hingga 47 Persen
Kinerja Gemilang Emiten Properti CBDK Sepanjang 2025 Dorong Laba Bersih Melonjak Tajam Hingga 47 Persen

JAKARTA - PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatatkan kinerja keuangan yang sangat kuat sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan properti tersebut berhasil membukukan lonjakan laba bersih yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Emiten properti milik Sugianto Kusuma alias Aguan ini melaporkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,36 triliun pada 2025. Capaian ini meningkat 47,52% dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp924 miliar.

Pertumbuhan laba yang cukup besar tersebut menjadi indikator kuat bahwa kinerja operasional perusahaan berada dalam tren yang positif. Peningkatan profitabilitas ini juga mencerminkan keberhasilan strategi pengembangan kawasan yang dijalankan perusahaan.

Kinerja keuangan yang meningkat tersebut tidak terlepas dari pertumbuhan pendapatan perusahaan sepanjang tahun lalu. Kenaikan pendapatan menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan laba bersih CBDK.

Pendapatan yang stabil serta peningkatan kontribusi dari proyek-proyek strategis membuat perusahaan mampu menjaga performa bisnis secara konsisten. Hal ini juga memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pemain penting di sektor properti.

Pendapatan Neto dan Profitabilitas Perusahaan

Pendorong awal kinerja perusahaan pada 2025 berasal dari kenaikan pendapatan neto yang cukup signifikan. Pendapatan neto CBDK meningkat sebesar 11,32% secara tahunan atau year on year menjadi Rp2,50 triliun pada 2025.

Pada tahun sebelumnya, pendapatan perusahaan tercatat lebih rendah sehingga peningkatan ini memberikan kontribusi besar terhadap kinerja keseluruhan. Kenaikan pendapatan ini mencerminkan meningkatnya aktivitas bisnis serta penjualan produk properti perusahaan.

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo menyampaikan bahwa peningkatan kinerja perusahaan juga diikuti oleh pertumbuhan profitabilitas yang kuat. Perusahaan mencatat margin laba kotor mencapai 66% dan margin laba bersih meningkat menjadi 54%.

Tingkat margin tersebut menunjukkan kualitas pendapatan yang semakin solid. Hal ini sekaligus mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengelola portofolio produk dan strategi penjualan secara efektif.

“Pencapaian tersebut didukung oleh komposisi produk yang semakin optimal serta kemampuan CBDK dalam memonetisasi portofolio aset dan pengembangan kawasan, seiring meningkatnya kontribusi produk dengan margin tinggi di kawasan PIK2, khususnya di distrik bisnis CBD PIK2,” katanya dalam keterbukaan informasi tanggal 13 Maret 2026.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengembangan kawasan PIK2 menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan kinerja perusahaan. Kawasan tersebut kini berkembang sebagai pusat aktivitas bisnis dan komersial baru.

Kontribusi Produk Properti yang Diserahterimakan

Sepanjang tahun 2025, perusahaan juga melakukan serah terima sejumlah proyek properti kepada konsumen. Produk-produk yang diserahterimakan tersebut memberikan kontribusi penting terhadap peningkatan pendapatan perusahaan.

Beberapa proyek yang telah diserahterimakan antara lain SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, dan Rukan Asia Afrika. Produk-produk tersebut merupakan bagian dari pengembangan kawasan yang menjadi fokus utama perusahaan.

Penyerahan unit kepada konsumen menunjukkan bahwa proyek-proyek tersebut telah mencapai tahap penyelesaian. Hal ini juga menandakan bahwa permintaan terhadap produk properti di kawasan PIK2 masih cukup tinggi.

Keberhasilan dalam menjual dan menyerahkan berbagai produk properti tersebut turut mendukung pertumbuhan pendapatan perusahaan. Dengan komposisi produk yang tepat, perusahaan mampu menghasilkan margin keuntungan yang tinggi.

Selain itu, strategi pengembangan kawasan terpadu juga memberikan nilai tambah terhadap proyek yang ditawarkan kepada konsumen. Integrasi berbagai fasilitas bisnis dan komersial meningkatkan daya tarik kawasan tersebut.

Kekuatan Struktur Keuangan dan Total Aset Perusahaan

Selain mencatat pertumbuhan laba dan pendapatan, CBDK juga memiliki struktur keuangan yang cukup kuat. Hal ini terlihat dari total aset perusahaan yang terus meningkat.

Per 31 Desember 2025, total aset CBDK tercatat sekitar Rp23 triliun. Nilai tersebut mencerminkan fondasi keuangan perusahaan yang kuat untuk mendukung ekspansi bisnis di masa mendatang.

Steven Kusumo menyatakan bahwa struktur neraca yang solid memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam mengembangkan berbagai proyek strategis. Kondisi keuangan yang stabil juga memungkinkan perusahaan untuk terus mengoptimalkan nilai kawasan yang sedang dikembangkan.

“Struktur neraca yang solid ini memberikan fleksibilitas bagi CBDK untuk terus mengembangkan proyek-proyek strategis serta mengoptimalkan nilai kawasan di PIK2 seiring meningkatnya aktivitas bisnis dan komersial di kawasan tersebut,” ungkapnya.

Kekuatan finansial tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan dalam menjalankan strategi pertumbuhan jangka panjang. Dengan dukungan aset yang besar, perusahaan memiliki kapasitas untuk mengembangkan proyek-proyek baru.

Strategi Pengembangan Kawasan dan Cadangan Lahan

Sebagai bagian dari strategi pengembangan jangka panjang, CBDK saat ini mengelola cadangan lahan yang cukup luas. Total landbank yang dimiliki perusahaan mencapai sekitar 702 hektare.

Cadangan lahan tersebut menjadi modal utama bagi perusahaan untuk mengembangkan berbagai proyek residensial dan komersial di kawasan PIK2. Dengan landbank yang luas, perusahaan memiliki ruang ekspansi yang besar untuk masa depan.

Ketersediaan lahan ini memberikan visibilitas pengembangan jangka panjang bagi perusahaan. Selain itu, landbank tersebut juga memberikan fleksibilitas untuk mendukung pipeline proyek di masa mendatang.

Dengan strategi monetisasi aset yang tepat, perusahaan dapat mengoptimalkan nilai ekonomi dari kawasan yang dikembangkan. Hal ini menjadi salah satu keunggulan perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan berkelanjutan.

Pengembangan Ekosistem Kawasan PIK2

Sejalan dengan strategi pengembangan kawasan terpadu, CBDK juga membangun berbagai proyek penunjang aktivitas bisnis dan komersial. Salah satu proyek strategis yang telah dibangun adalah Nusantara International Convention Exhibition (NICE).

Proyek NICE mulai beroperasi pada akhir tahun 2025 sebagai bagian dari pengembangan kawasan PIK2. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem bisnis, pariwisata, dan gaya hidup di kawasan tersebut.

“Proyek ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem bisnis, pariwisata, dan gaya hidup di PIK2,” katanya. Kehadiran pusat konvensi tersebut juga akan meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.

Ke depan, CBDK optimistis pengembangan kawasan PIK2 akan terus menciptakan nilai ekonomi yang signifikan. Hal ini seiring dengan semakin berkembangnya ekosistem kawasan yang terintegrasi.

Menurut Steven Kusumo, konsep pengembangan kawasan terpadu menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik PIK2. Kawasan tersebut dirancang untuk menjadi pusat aktivitas bisnis, komersial, dan gaya hidup baru.

“Kami optimistis PIK2 akan terus tumbuh sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi baru di wilayah pesisir utara Jakarta,” ungkapnya. Pernyataan ini menunjukkan keyakinan perusahaan terhadap prospek jangka panjang kawasan tersebut.

Pengembangan kawasan secara terintegrasi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis properti perusahaan. Dengan semakin berkembangnya aktivitas ekonomi di PIK2, permintaan terhadap properti di kawasan tersebut diperkirakan akan terus meningkat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index