Empat Header di Motherboard Modern yang Nyaris Tak Berguna tapi Terus Dipasang

Empat Header di Motherboard Modern yang Nyaris Tak Berguna tapi Terus Dipasang

KUATKEUANGAN.COM — Motherboard modern sudah jauh lebih canggih dibanding satu dekade lalu, tapi papan sirkuit yang sama masih membawa sisa-sisa era lama. Sejumlah header warisan generasi sebelumnya tetap disolder dan dicantumkan di buku manual, padahal perangkat yang seharusnya terhubung ke sana sudah lama tak diproduksi. Bagi pengguna rumahan, konektor-konektor ini praktis hanya menunggu tanpa pernah terpakai.

Perjalanan komputasi memang sudah sangat panjang. Dari slot AGP yang hanya mengalirkan sekitar 2GB/s dan kabel IDE yang lebar sampai menyumbat separuh aliran udara di dalam casing, kini ada slot PCIe 5.0 x16 dengan bandwidth sekitar tiga puluh kali lipatnya.

Penyimpanan pun kini tersambung langsung ke CPU, sementara satu port di belakang bisa mengirim data 40Gbps sekaligus sinyal tampilan. Meski begitu, papan yang sama masih menyimpan artefak dari zaman yang jauh lebih tua.

Seorang pengguna menelusuri buku manual motherboard MSI B650 miliknya dan menemukan sejumlah header yang tak pernah ia perhatikan, apalagi gunakan. Header-header itu dirancang untuk aksesori yang sudah lama tak beredar di pasaran.

JCI1, pendeteksi casing yang tak punya sakelarnya

Pada motherboard tersebut, konektor deteksi intrusi casing diberi label JCI1. Sejumlah SKU lain masih memasarkannya dengan nama "chassis intrusion" pada papan ASUS, atau sekadar CI pada papan Gigabyte yang digabung dengan header F_PANEL.

Header ini terdiri dari dua pin. Sesuai namanya, fungsinya memperingatkan pengguna bahwa casing komputer telah dibuka. Fitur ini masih bisa diaktifkan di papan modern lewat menu Chassis Intrusion Configuration di BIOS.

Masalahnya, belum ada casing konsumen yang menyertakan sakelar untuk fitur ini. Rasionalnya, header ini lebih cocok untuk kebutuhan bisnis dan enterprise, tempat tim TI ingin diberi tahu bila komponen di dalam casing telah diutak-atik.

Tom's Hardware pernah melaporkan kasus yang tepat menggambarkan kegunaannya. Di sebuah hotel esports di Wuhan, sejumlah pelaku menukar RTX 5080 dengan RTX 3060, menutup kembali casing, dan aksinya baru ketahuan berhari-hari kemudian.

JFP2 dan speaker diagnostik yang sudah punah

Jika pernah merakit PC pada era 2000-an, Anda mungkin ingat bunyi bip saat tombol daya ditekan. Suara itu berasal dari speaker plastik mungil yang tersambung ke motherboard, dan JFP2 adalah header tempatnya dicolok.

Speaker itu penting karena aktif sebelum GPU menyala. Kalau ada masalah serius, layar monitor tetap hitam dan bunyi bip jadi satu-satunya cara papan melaporkan galat. Dua bip berarti satu jenis kesalahan, tiga bip berarti kesalahan lain, dan polanya bisa dicek di buku manual.

Casing berhenti menyertakan speaker itu sejak bertahun-tahun lalu. Papan modern kini memakai cara yang lebih jelas lewat EZ Debug LED di tepi board, dengan warna merah untuk prosesor, kuning untuk memori, putih untuk GPU, dan hijau untuk drive boot.

JTPM1, 12 pin untuk chip yang sudah menyatu di CPU

JTPM1 adalah header SPI 12 pin untuk modul TPM diskret, dan tiga pin di antaranya sekadar ditandai "Reserved". Setiap Ryzen AM5 sudah menyediakan firmware TPM 2.0 di dalam prosesornya, jadi Windows 11 tak punya alasan mencari chip terpisah di papan.

Header ini tetap ada untuk pembeli yang kebijakan internalnya mewajibkan modul fisik. Pasarnya memang ada, meski tidak bersinggungan dengan orang yang membeli papan gaming micro-ATX.

Kendati demikian, header ini sempat relevan. Pada Maret 2022, AMD mengonfirmasi bahwa sistem Ryzen bisa tersendat intermiten saat fTPM aktif, dan menyarankan pemasangan modul TPM diskret sambil menunggu perbaikan BIOS. Perbaikannya datang lewat AGESA versi 1.2.0.7, yang mulai dikirim vendor sekitar Mei 2022.

JDASH1 dan Tuning Controller yang tak dijual bebas

JDASH1 dilabeli konektor Tuning Controller di buku manual MSI B650M tersebut. Namanya terdengar berguna sampai Anda melihat apa yang MSI pasang di papan B650 modern.

Manual menyebut header ini terhubung ke modul Tuning Controller opsional, dan MSI memang mengirim modul itu pada SKU seperti MEG Z890 Unify-X. Isinya layar kode POST, tombol power dan reset, tombol OC retry dan fail-safe, plus tombol clear CMOS. Fungsinya semacam panel kontrol BIOS eksternal untuk overclocker.

Sayangnya, B650M itu tak bisa mendukung seluruh modul tersebut. JDASH1 di SKU ini hanya punya enam pin, dan dua di antaranya tidak berfungsi. Pin 1 dikosongkan untuk penguncian dan pin 2 ditandai NC, menyisakan jalur SMBus clock, SMBus data, 5V, dan ground.

Pada motherboard yang benar-benar mendukung, header yang sama punya empat belas pin yang menambahkan fungsi OC retry dan clear CMOS. Di SKU ini, header tersebut nyaris tak berguna.

Papan motherboard modern memang masih membawa sejumlah artefak masa lalu. Bagi pengguna yang merakit PC dengan chip terkini untuk keperluan pribadi, sebagian besar header itu akan terus kosong tanpa pernah tersentuh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index