Trump Klaim AS Pegang Kendali Permanen atas Keamanan Greenland

Sabtu, 19 September 2026 | 07:07:00 WIB

KUATKEUANGAN.COM — Amerika Serikat mengklaim telah mengunci kendali permanen atas keamanan Greenland lewat kesepakatan dengan Denmark dan pemerintah setempat. Kesepakatan itu secara eksplisit melarang Rusia dan China membangun pangkalan militer maupun menanam investasi sensitif di wilayah Arktik tersebut.

Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan itu melalui akun Truth Social miliknya pada Jumat (18/9). Ia menyebut perjanjian tersebut berlaku tanpa batas waktu dan memberi Washington wewenang penuh atas kebutuhan keamanan Greenland.

"Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah menjalin kesepakatan dengan Kerajaan Denmark dan Greenland, yang memberikan kendali permanen kepada Amerika Serikat atas keamanan serta segala kebutuhan lainnya di Greenland," ujar Trump.

Pernyataan itu menegaskan posisi lama Trump soal Arktik. Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, ia berulang kali menyatakan Washington perlu menguasai Greenland dengan alasan strategis.

Larangan Tegas untuk Rusia dan China

Isi kesepakatan yang paling menonjol adalah klausul yang memblokir kehadiran rival utama AS di Greenland. Trump menyatakan tidak ada pihak lawan yang boleh memiliki pangkalan, mengirim pasukan, atau melakukan investasi sensitif tanpa persetujuan tertulis dari Washington.

Departemen Luar Negeri AS memperkuat pernyataan itu. Seorang pejabat menyebut kesepakatan tersebut menetapkan mekanisme pencegahan investasi di sektor-sektor yang dianggap sensitif.

"Kesepakatan ini menjamin bahwa China dan Rusia tidak dapat memiliki pangkalan di Greenland, tidak dapat mengirim pasukan ke Greenland, serta menetapkan mekanisme yang diperlukan untuk mencegah investasi di sektor-sektor sensitif," kata pejabat tersebut.

Denmark dan Greenland Sambut Baik

Pemerintah Denmark dan Greenland menyatakan dukungan terhadap kesepakatan itu. Keduanya berencana menandatangani perjanjian di sela-sela Sidang Umum PBB di New York pekan depan.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyebut dirinya "senang karena ada prospek kesepakatan yang baik bagi Greenland, Kerajaan Denmark, dan Amerika Serikat." Ia menambahkan hal itu "baik bagi NATO dan Eropa."

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menilai kesepakatan dengan Amerika Serikat tersebut "memperkuat" keamanan wilayahnya. Pernyataan itu menandai pergeseran dari kekhawatiran yang sempat muncul di kalangan sekutu NATO.

Rincian Operasional Masih Gelap

Trump tidak menjelaskan bagaimana kesepakatan itu akan dijalankan. Tidak jelas pula apakah perjanjian ini terkait dengan, atau secara substansial berbeda dari, kesepakatan yang ia klaim pernah dicapai dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di forum Davos pada Januari lalu.

Sejumlah media melaporkan Amerika Serikat ingin membuka tiga pangkalan militer baru di Greenland bagian selatan. Pangkalan itu akan menambah kehadiran militer AS yang sudah ada di Pituffik, Greenland utara.

Frederiksen sebelumnya, pada 14 September, menyatakan optimistis diskusi yang berjalan sejak Januari dengan Amerika Serikat dan Greenland dapat menyelesaikan sengketa tersebut. Kesepakatan ini menjadi babak baru dalam perebutan pengaruh di Arktik, wilayah yang semakin strategis seiring mencairnya es dan terbukanya jalur pelayaran baru.

Terkini