KUATKEUANGAN.COM — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,7 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026) pagi. Pusat gempa berada di darat, sekitar 27 kilometer sebelah selatan kabupaten itu, pada kedalaman 4 kilometer. Getaran dilaporkan dirasakan warga di tiga kecamatan dengan intensitas III MMI.
Getaran dirasakan hingga tiga kecamatan di selatan Bandung. Warga di Pangalengan, Talegong, dan Cisewu melaporkan guncangan dengan intensitas III MMI.
Wilayah yang Merasakan Getaran
Intensitas III MMI berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan ada truk yang melintas. Skala ini tergolong lemah dan umumnya tidak menimbulkan kerusakan bangunan.
BMKG menyebut pusat gempa berada di darat, bukan di laut. Karena itu, tidak ada peringatan dini tsunami yang dikeluarkan.
Wilayah selatan Kabupaten Bandung memang dikenal aktif secara seismik. Pergerakan lempeng di zona subduksi selatan Jawa kerap memicu gempa dangkal berukuran kecil hingga menengah.
Imbauan BMKG ke Warga
BMKG meminta masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. "Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Gempa susulan berukuran lebih kecil kerap terjadi setelah guncangan utama. Meski magnitudonya rendah, warga diminta tidak mengabaikan potensi getaran lanjutan.
Data BMKG menunjukkan gempa ini terjadi pada Kamis pagi, 17 September 2026. Waktu kejadian yang dini hari membuat sebagian warga terbangun dari tidur.
Apa yang Perlu Dilakukan Saat Gempa
Warga di kawasan rawan gempa disarankan mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul di sekitar tempat tinggal. Langkah ini penting agar respons saat guncangan terjadi bisa lebih cepat.
Saat gempa dirasakan, warga dianjurkan berlindung di bawah meja kokoh atau menjauh dari kaca dan benda yang mudah jatuh. Setelah getaran berhenti, keluar rumah dengan tertib tanpa berlari.
Bangunan di selatan Bandung yang berada di daerah perbukitan perlu memperhatikan konstruksi tahan gempa. Getaran kecil sekalipun bisa memicu longsor di lereng yang labil.
BMKG belum merilis laporan kerusakan akibat gempa magnitudo 2,7 ini. Pantauan sementara hanya mencatat getaran yang dirasakan warga, tanpa laporan korban maupun bangunan rusak.