KUATKEUANGAN.COM — Xiaomi memastikan mobil listriknya akan dijual di Indonesia, dengan probabilitas kehadiran disebut mencapai 100 persen meski tanggal peluncurannya belum ditetapkan. Sebelum menyentuh pasar Tanah Air, Xiaomi lebih dulu mengekspansi ke Eropa mulai kuartal ketiga 2027 lewat Jerman sebagai pasar pembuka. Pernyataan itu muncul di tengah persiapan global Xiaomi yang masih mengukur respons pasar sebelum melebarkan sayapnya.
Kepastian soal mobil listrik Xiaomi di Indonesia disampaikan langsung oleh Country Director Xiaomi Indonesia, Michael Feng. Ia menyebut pihaknya masih menunggu momen yang tepat untuk membawa kendaraan listrik tersebut ke pasar lokal.
Pernyataan itu keluar dalam konferensi pers usai peluncuran Redmi Note 17 Series di Jakarta. Kabar ini menutup spekulasi yang beredar sejak dua hingga tiga tahun terakhir soal rencana Xiaomi masuk ke segmen otomotif Indonesia.
Probabilitas 100 Persen, Tapi Waktunya Belum Dipastikan
Michael menegaskan bahwa komitmen membawa mobil listrik ke Indonesia tidak setengah-setengah. Angka probabilitas yang ia sebut mencapai 100 persen.
"Jadi untuk pertanyaan ini, 100 persen kami akan membawa produk mobil (listrik) ke pasar ini. Namun saat ini jika boleh jujur kita masih harus menunggu," kata Michael.
Meski begitu, Xiaomi belum mengungkap tanggal pasti peluncurannya di Indonesia. Peluncuran disebut hanya soal waktu, bukan lagi soal apakah akan masuk atau tidak.
Eropa Jadi Ujian Pertama Sebelum ke Asia Tenggara
Sebelum menyentuh Indonesia, Xiaomi menyiapkan ekspansi bisnis mobil listriknya ke pasar global. Eropa dipilih sebagai wilayah pertama yang dituju.
Jerman menjadi salah satu pasar pembuka, dengan jadwal masuk pada kuartal ketiga 2027. Xiaomi akan menggandeng dealer kendaraan setempat untuk memuluskan langkah awalnya di sana.
Strategi ini menunjukkan Xiaomi ingin melihat dulu respons pasar Eropa sebelum memperluas penjualan ke negara lain, termasuk Indonesia.
Indonesia Masuk Rencana, tapi Bukan Prioritas Pertama
Michael memastikan Indonesia tetap masuk dalam peta ekspansi mobil listrik Xiaomi. Namun posisinya jelas bukan yang pertama.
"Di Indonesia kami masih harus menunggu. Tapi saya rasa kami akan hadirkan segera karena Indonesia sangat penting bagi Xiaomi di pasar global jadi jangan khawatir," ujar dia.
Kalimat itu memberi sinyal bahwa kehadiran mobil listrik Xiaomi di Indonesia lebih bersifat "kapan", bukan "apakah". Pembeli yang berharap unit ini meluncur tahun ini kemungkinan besar harus bersabar lebih lama.
Jejak Xiaomi di Industri Otomotif
Xiaomi mulai masuk ke industri otomotif pada akhir 2023 lewat sedan listrik SU7. Setelah itu, lini kendaraan listriknya terus bertambah.
Saat ini Xiaomi memiliki sejumlah model seperti SU7 Ultra dan YU7. Perusahaan memperkuat bisnis mobil listriknya di China sebelum menyiapkan ekspansi ke pasar global.
Eropa menjadi salah satu wilayah pertama yang dituju mulai tahun depan, sejalan dengan pernyataan Michael soal Jerman sebagai pintu masuk.
Yang Perlu Diperhatikan
- Belum ada tanggal resmi peluncuran di Indonesia, hanya pernyataan komitmen
- Harga, varian, dan spesifikasi untuk pasar Indonesia belum diumumkan sama sekali
- Eropa baru mulai kuartal ketiga 2027, artinya Indonesia kemungkinan menyusul setelahnya
- Belum ada info soal jaringan penjualan, layanan purna jual, atau infrastruktur charging di Indonesia
Kesimpulan
Bagi yang menantikan mobil listrik Xiaomi di Indonesia, sinyalnya positif tapi belum bisa dijadikan patokan waktu. Xiaomi jelas serius, tapi prioritasnya masih Eropa lebih dulu.
Kalau kamu butuh mobil listrik dalam waktu dekat, pilihan yang sudah tersedia di pasar Indonesia tetap jadi opsi paling realistis. Sabar menunggu Xiaomi bisa jadi pilihan, asal tidak jadi satu-satunya rencana.