Harga Emas Rebound 1,83% ke USD4.341,84 Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Jumat, 18 September 2026 | 06:47:00 WIB

KUATKEUANGAN.COM — Harga emas spot menguat 1,83 persen menjadi USD4.341,84 per troy ons pada Kamis (17/9/2026), bangkit dari level terendah hampir enam pekan sehari sebelumnya. Penguatan terjadi setelah harga minyak turun tajam dan dolar AS melemah, sementara investor mencerna keputusan kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Pergerakan emas pada perdagangan kali ini tidak lepas dari dinamika pasar energi dan sikap investor terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, menilai tekanan inflasi yang bersumber dari harga energi menjadi kunci arah logam mulia dalam beberapa sesi terakhir.

Harga Minyak Turun Dua Hari Beruntun

Harga minyak melanjutkan penurunan untuk hari kedua berturut-turut ke level terendah dalam sepekan. Pasar menilai kekhawatiran soal gangguan pasokan mulai mereda, sehingga tekanan inflasi dari sisi energi ikut berkurang.

Meger menyebut hubungan emas dan harga energi cenderung berbanding terbalik. "Hubungan emas dengan harga energi sangat erat dan cenderung berbanding terbalik karena tekanan inflasi tersebut. Harga energi turun cukup tajam. Jadi, penurunan harga energi ini mengurangi sebagian tekanan terhadap pasar emas," ujarnya, seperti dikutip Reuters.

Dolar AS Melemah Jadi Penopang Tambahan

Selain harga energi, pelemahan dolar Amerika Serikat turut memberi ruang bagi emas untuk naik. Dolar yang lebih lemah membuat emas menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan terdorong naik.

Kombinasi dua faktor itu membuat emas spot berhasil keluar dari tekanan yang sempat menekannya ke level terendah dalam hampir enam pekan. Penguatan 1,83 persen ini menjadi rebound terbesar dalam beberapa sesi terakhir.

Investor Cerna Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kenaikan suku bunga Federal Reserve masih menjadi faktor yang dicermati pelaku pasar. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi tantangan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil, sehingga biaya peluang memegang aset ini meningkat.

Meski begitu, pasar tampak mulai mencerna keputusan tersebut. Reaksi jual yang sebelumnya menekan harga emas berangsur mereda, dan sebagian investor kembali masuk ke posisi beli.

Yang Perlu Dicermati Pelaku Pasar Selanjutnya

Arah harga minyak dan pergerakan indeks dolar AS akan tetap menjadi variabel utama bagi emas dalam beberapa sesi ke depan. Jika harga energi terus turun, tekanan inflasi mereda dan emas berpotensi mempertahankan penguatannya.

Sebaliknya, penguatan dolar AS kembali dapat membatasi ruang kenaikan emas. Pelaku pasar juga masih menimbang dampak lanjutan dari siklus kenaikan suku bunga The Fed terhadap daya tarik aset safe haven ini.

Bagi investor emas, level USD4.341,84 per troy ons menjadi acuan terdekat untuk melihat apakah rebound ini berlanjut atau hanya bersifat sementara.

Terkini