Kemenag dan Baznas Perbaiki Sarana 700 Pesantren dan Madrasah

Kemenag dan Baznas Perbaiki Sarana 700 Pesantren dan Madrasah

KUATKEUANGAN.COM — Kementerian Agama bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menargetkan perbaikan sarana prasarana di 700 pesantren dan madrasah lewat program Pesantren Nyaman Belajar. Program ini menyasar lembaga pendidikan keagamaan yang tersebar di berbagai daerah, dengan dana zakat, infak, dan sedekah sebagai sumber pembiayaan utama.

Peluncuran program berlangsung di Kantor Kemenag, Jakarta, Rabu. Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menyatakan pendidikan menjadi salah satu dari lima prioritas penyaluran zakat lembaganya, bersama kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan mualaf.

Alokasi Rp40 Miliar untuk Program Pendidikan

Baznas mengalokasikan sekitar Rp40 miliar pada tahun ini untuk sejumlah program pendidikan, termasuk dukungan bagi Kementerian Agama. Bentuk dukungan itu mencakup beasiswa, penguatan infrastruktur, hingga teknologi informasi.

"Prioritas kita ada lima, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan mualaf. Salah satu prioritas kita adalah pendidikan," kata Sodik.

Menurutnya, program Pesantren Nyaman Belajar diharapkan berlanjut pada tahun anggaran berikutnya. Perluasan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah di sektor pendidikan juga akan terus didorong.

Dari 42 Ribu Pesantren, Mayoritas Dikelola Mandiri

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut Indonesia memiliki 42 ribu pesantren dan sebagian besar dikelola secara mandiri. Dari jumlah itu, masih banyak pesantren yang membutuhkan bantuan pemerintah.

Nasaruddin menegaskan keterbatasan anggaran negara membuat penyaluran bantuan harus mengikuti aturan tersendiri. Karena itu, kolaborasi dengan lembaga seperti Baznas menjadi salah satu jalan untuk menjangkau pesantren yang belum tersentuh program pemerintah.

"Itu (santri) anak bangsa kita juga yang perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah. Tapi pemerintah kan keterbatasan anggaran, tentu juga harus ada aturannya yang tersendiri," ujarnya.

Kolaborasi dengan Dirjen Pesantren yang Baru Dibentuk

Kemenag baru membentuk dan melantik pimpinan Direktorat Jenderal Pesantren. Kehadiran direktorat baru itu membuat kerja sama dengan Baznas dinilai strategis untuk memperkuat tata kelola dan sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

Perbaikan sarana prasarana di 700 pesantren dan madrasah menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis keagamaan, sekaligus penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sodik menambahkan dukungan Baznas terhadap pendidikan tidak berhenti pada infrastruktur. Beasiswa dan penguatan teknologi informasi disebutnya berjalan beriringan dengan program perbaikan fisik.

"Jadi, satu beasiswa, infrastruktur, IT, dan lain-lain," katanya.

Penyaluran ZIS untuk Pendidikan Diperluas

Baznas menyatakan akan terus memperluas pemanfaatan dana ZIS di sektor pendidikan. Langkah itu ditempuh melalui kerja sama dengan kementerian dan lembaga, termasuk Kemenag.

Program Pesantren Nyaman Belajar menyasar pesantren dan madrasah di berbagai provinsi. Pemerintah dan Baznas belum merinci daftar lokasi penerima bantuan maupun jadwal perbaikan per daerah.

Perbaikan sarana prasarana mencakup kebutuhan dasar pesantren dan madrasah agar kegiatan belajar mengajar berjalan lebih layak. Dukungan pendidikan dari dana zakat menyasar lembaga yang pengelolaannya mandiri dan belum sepenuhnya terlayani anggaran negara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index